Pelatihan Di Afrika Barat

Kish Bai (Nigeria) and Greg Cooper (Australia)
Kish Bai (Nigeria) and Greg Cooper (Australia)
David Miller and Greg Cooper (Australia)
Sodalo Clement director of GRN Togo
Godswill Chongsi from Cameroon
Andrew Kanu director of GRN Sierra Leone
Fredrick Kargbo from Sierra Leone

David Miller melatih para staff mengenai informasi teknologi dan pengamanan perangkat lunak komputer secara umum dan juga mengenai penggunaan database untuk bahasa, dialek dan rekaman-rekaman yang ada pada GRN. Ia juga meluangkan waktu guna memperbaiki dan meningkatkan kemampuan peralatan yang ada, membuat hubungan internet yang baru ( di beberapa wilayah hal ini menjadi masalah).

Greg Cooper melatih para staff dalam hal pengetahuan/ kesadaran bahasa (diantaranya linguistic, penelitian sociolinguistic dan manfaat GPS), prinsip-prinsip penterjemahan (khususnya bagi penerapan dalam penterjemahan tulisan Alkitab secara lisan) dan latar belakang Alkitab (secara phisik dan kondisi/konteks budaya di "tanah Alkitab").

Noel Bachelor (di Togo) dan Kim Knight (di Sierra Leone) melatih staff dalam penggunaan peralatan untuk merekam dan memainkan ulang, penyuntingan, mem program perangkat lunak dan manajemen data. Kim juga pergi ke Afrika Selatan untuk memberikan latihan di sana.

Frederick Kargbo dari Sierra Leone membantu David dan Kim dalam hal teknis di Sierra Leone, dan Godswill Chongsi dari Kamerun membantu Greg dengan prinsip-prinsip melakukan terjemahan di Sierra Leone dan Togo, juga melakukan penterjemahan secara lisan dan tulisan dari bahasa Inggris ke bahasa Perancis di Togo.

Andrew Kanu dan Sodalo Clement, mereka adalah direktur GRN di Sierra Leone dan Togo, telah mengatur dan menyelenggarakan pelatihan ini dengan sangat baik.

Tim dari Afrika Barat baru-baru ini memang telah tiba waktunya untuk mendapatkan pelatihan ulang guna meningkatan kemampuan mereka, sehingga 4 orang pelatih dari Australia serta seorang dari Kamerun datang untuk melatih mereka dalam berbagai macam aspek yang dibutuhkan di bulan September dan Oktober 2010.

Kami menamai nya "TOW" kependekan dari Technical and Operations Workshop. Itu bukan suatu konferensi, juga bukan suatu kursus pendidikan akademis (meskipun tetap ada yang dipelajari dan ada ulangan). Tapi itu adalah suatu pelatihan kerja sebab memang merupakan pelatihan yang interaktif, dimana pesertanya tidak hanya belajar mengetahui informasi dan kemampuan yang baru, tapi mereka juga mendapatkan kesempatan luas untuk menggunakannya.

Pelatihan ini dilangsungkan 2 kali agar dapat dimanfaatkan oleh staff dari berbagai negara: 2 minggu di Sierra Leone (yang diikuti juga oleh peserta dari Liberia) kemudian 2 minggu berikutnya di Togo (dengan terjemahan ke bahasa Perancis, diikuti oleh peserta lainnya lagi).

Terdapat beberapa hal yang tak terduga seperti: transport dari bandara dengan speedboat kecil yang tertutup dimana di dalamnya diputarkan film laga lokal untuk hiburan (atau 'gangguan?'), transport balik ke bandara dengan kapal ferry yang besar dengan suara TV yang keras dan/atau sandiwara komedi serta pedagang asongan.

Di dalam kota, terdapat taksi yang bertindak seperti bis kota pada saat mereka menjemput penumpang, atau sepeda motor yang berlaku seolah-olah seperti taksi. Dua kali interview radio, menyampaikan kuliah umum mengenai penterjemahan dan jurnalisme, jadwal khotbah pada beberapa gereja.

Salah satu dari gereja ini terletak di pedalaman. Sodalo meminta untuk mengenali dan memperhatikan desa yang paling kafir yang jauhnya terletak beberapa jam perjalanan dari kota. Mereka adalah animist (' jangan sampai mereka melihat saudara mengambil photo dewa-dewa mereka'). Sodalo mendirikan gereja di sana dan sekarang memiliki sekitar 30 orang anggota.

Para peserta telah kembali ke pekerjaan rutin mereka di negara mereka masing-masing. Sebagai hasil dari pelatihan ini, bagaimanakah mereka akan memanfaatkan latihan tersebut dalam pekerjaan mereka?

Mereka sekarang dapat melakukan survey kepada masyarakat dengan cara yang lebih berguna dan tidak merasa ragu, misalnya membedakan antara bahasa dan dialek. Mereka akan memiliki pengetahuan dan pengertian yang lebih baik mengenai perbedaan linguistic dalam berbagai kelompok masyarakat. Mereka akan lebih peka terhadap kesalahan umum dalam menterjemahkan berbagai macam perkataan atau cerita yang terdapat di Alkitab, dan juga tahu bagaimana bekerja dengan pembicara dalam bahasa ibu mereka guna mendapatkan ungkapan yang lebih pas dalam bahasa mereka. Mereka memiliki pengertian yang lebih baik atas kaitan budaya yang ada di Alkitab sehingga mereka dapat menyampaikannya kepada pembantu bahasa mereka. Sekarang mereka dapat merekam lokasi mereka melalui GPS (untuk pemetaan nantinya), mencatat keterangan program mereka di dalam database GRN, dan dapat menggunakan peralatan merekam yang telah diberikan kepada mereka dengan lebih baik lagi.

Ketika kita di Australia sedang santai dan tidur di malam hari, beberapa tim GRN sedang sibuk merekam atau mendistribusikan Firman Tuhan ke belahan Afrika Barat. Orang-orang yang penuh dedikasi ini tinggal di negara seperti Sierra Leone, Liberia, Burkina Faso, Togo, Benin, Nigeria dan Kamerun.

Kadangkala mereka melintasi perbatasan di Afrika guna menyelidiki atau merekam bahasa yang baru, atau membagikan rekaman yang baru (lihat apakah anda dapat mengisi kesenjangan yang ada di dalam peta ini).

Pelatihan semacam ini tidaklah murah. Tetapi manfaat yang didapat oleh para staff GRN juga adalah besar. Adalah hal yang paling ekonomis untuk melatih mereka dalam tenggang waktu yang singkat. Dan tentu saja manfaatnya tidaklah berhenti di sana. Itu berarti bahwa rekaman berikutnya yang dibuat di Afrika bagian Barat ini akan memiliki kwalitas yang jauh lebih baik, baik dalam hal kwalitas suara maupun dalam ketepatan dan integritas penterjemahan. Itu berarti berita tentang Jesus dapat disampaikan dengan lebih jelas, yang pada waktunya nanti akan meningkatkan kemungkinan untuk respon positif dari gospel yang dilakukan oleh GRN untuk satu benua yang sangat membutuhkan ini. Terima kasih kepada sekaliannya yang telah menyokong hal ini baik dalam doa maupun dalam hal keuangan.

Informasi lebih lanjut