





Berkat, Bukan Bom Untuk Balkan
Dalam 4 tahun terakhir, Kenny melakukan beberapa perjalanan ke Kosova, Albania dan Serbia. Perhatian serta keprihatinannya telah berkembang mencakup beberapa kelompok lain yang menderita karena konflik yang terjadi di daerah itu.
Ia menuliskan," seperti perang-perang lainnya, ketika berita peperangan telah usai dari layar TV dan dilanjutkan dengan berita peperangan atau krisis dunia lainnya, kita cenderung berpikir bahwa segala sesuatunya adalah 'biasa' dan rakyat tidak kesusahan. Sesungguhnya tidaklah demikian, hanyalah dengan melihat sendiri ke Kosova, Joan dan saya menyadari hal ini bukanlah sekedar masalah kelompok-kelompok bahasa atau apa yang ada di dalam statistik belaka. Mereka memerlukan kebutuhan yang besar sekali, namun tiada sarana dan prasarana, pekerjaan, pemerintahan yang stabil dan banyak kepahitan di dalamnya. Perubahan positif akan memerlukan waktu yang sangat lama.
Masukan yang diterima adalah untuk membuat rekaman dalam Kosovan Albanian. Kenny menjawab, " kami memutuskan untuk merekam bagi masyarakat Kosova yang mengalami trauma hebat pada waktu perang antara masyarakat Serbia dan Albania di tahun 1999. Lebih dari 10.000 laki-laki dan anak-anak telah terbunuh, rumah-rumah dibakar menyebabkan ribuan lainnya tak mempunyai rumah lagi, dan akibatnya, banyak istri yang menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim-piatu."
Orang-orang ini membutuhkan banyak hal, membuat Kenny bekerja sama dengan kelompok dan individu lainnya mengusahakan perubahan di daerah ini. Tiap kali mereka ke sana, membawa material yang sangat dibutuhkan guna menolong mereka yang sangat miskin. Mereka bekerja sama dengan gereja lokal, jaringan pelayanan dan lain sebagainya untuk memberikan semangat kepada masyarakat menemukan harapan dan hidup di dalam Yesus. Kenny berkomentar," bekerja bersama misi pelayanan lain telah membuka jalan untuk proyek rekaman di Albania, Croasia, Serbia dan di tempat lainnya dimana terdapat kehausan akan firman Tuhan dan dimana terdapat keputus asa an." April yang lalu, Kenny dan beberapa orang lain terbang ke Serbia menghadiri pertemuan pendeta dan menjalin hubungan dengan sebuah kelompok kemanusiaan Kristen di sana. Mereka juga dapat membuat 4 buah rekaman baru dalam bahasa Roma dan Serbian. Banyak lagi yang telah direncanakan.
Tampaknya ada sedikit gereja evangelical di sana serta sedikit orang percaya. Sebagian mengunjungi gereja Orthodox, banyak diantara mereka pengetahuan akan Alkitab sangat rendah sekali. Banyak yang acuh tak acuh terhadap Gospel. Banyak kebutuhan doa bagi negara ini.
Masyarakat Roma di Serbia dan Kosova merupakan yang paling membutuhkan. Bulan Mei tahun ini, satu tim membawa sepatu anak-anak, baju, DVD dan CD dari GRN serta bantuan lainnya untuk keluarga yang membutuhkan (Betul. Inilah "Eropa yang modern"!) dan tinggal seminggu bersama mereka. Mereka mengikuti 'kid's club', 'widow's day party' , acara pemuda serta perkunjungan atau sekedar meliwatkan waktu bersama mereka. Kenny menuliskan, " Bagi saya, ini adalah hal yang paling penting dari kunjungan kami ke Kosova. Mereka perlu merasa dihargai dan dikasihi."
Perhatian Kenny akan Balkan dimulai sejak tahun 1998 pada waktu di Bible College - lama sebelum ia menjadi Direktur Nasional di UK. Bertahun-tahun Tuhan terus mengingatkannya akan daerah yang sangat membutuhkan ini dan menanamkan kepada ia dan istrinya, Joan, perhatian yang mendalam terhadap masyarakat Goran yang tinggal di Albania - perbatasan Serbia. Pada waktu itu tak ada orang percaya diantara masyarakat miskin dan kecil ini.
Perjalanan merekam yang pertama ke Macedonia terjadi sekitar tahun 2001, namun baru sekitar awal 2008 mereka mendapat kabar seorang Goran yang percaya. Segera rencana dibuat dan bulan April tahun itu, Kenny dan Joan mengunjungi daerah itu dan membuat rekaman pertama dalam bahasa Goran.
Meskipun masyarakat menderita trauma dan kemiskinan, Kenny menulis, "Tuhan sedang bekerja ditempat ini dan adalah kebahagiaan kami untuk mengetahui perkembangan dan mengunjungi masyarakat Kosova yang bersahabat. Setiap anggota tim kami tersentuh dalam berbagai hal dan itulah yang menjadi doa kami sebelum kami berangkat."
Kenny menutup, " Tuhan membuka pintu-pintu kesempatan lainnya untuk mengabarkan Gospel ditempat lainnya. Kita tahu banyak pekerjaan Tuhan yang harus dilaksanakan di Eropa Timur ini, dan kami ingin mendorong setiap orang, gereja dan badan misi untuk terlibat dibagian Eropa yang lainnya dimana begitu banyak kebutuhan akan Kabar Baik."
