Menceritakan kisah Yesus dalam setiap bahasa

Vanuatu













Vanuatu

Vanuatu - Disebutkan sebagai " tempat yang paling menyenangkan di muka bumi" dan dipromosikan sebagai "surga dunia" oleh industri pariwisata! Betul, tempat yang bagus sekali bagi para wisatawan, juga penduduknya sangat bersahabat, namun jika disebutkan sebagai "surga dunia"....?

Meskipun lebih dari 80% penduduknya mengaku Kristen dengan berbagai tingkat kedewasaan iman, namun kepercayaan kepada sihir, ilmu hitam dan tradisi animisme berakar sangat mendalam. Banyak orang memelihara hubungan yang kuat dalam kuasa dan keberadaan roh-roh nenek moyang. Bagi sebagian orang, ke Kristenan hanyalah sebagai kedok dari kebudayaan yang mendalam dan sekedar praktek keagamaan.

Di pulau Tanna setiap laki-laki, wanita dan anak-anak menyadari atau bahkan pernah terlibat dengan dunia roh. Setiap orang, berpendidikan atau tidak, anggota gereja atau bukan, tahu tentang keberadaan dunia roh. Meskipun sebagian orang tidak lagi terikat setia kepada roh-roh tersebut seperti yang mereka lakukan dahulu, banyak orang tetap takut kepada roh-roh dan banyak usaha mereka lakukan untuk menjaga agar roh-roh tetap senang. Pada waktu susah, orang mencari 'Kleva' (penyihir) yang dapat berhubungan dengan roh-roh.

Banyak yang telah membuat keputusan untuk menerima Yesus sebagai juru selamatnya, namun dengan begitu saja memasukkan Yesus ke dalam daftar "dewa-dewa" atau "roh-roh" mereka. Tentu saja, sinkretisme menjadi persoalan besar di dalam banyak gereja. Kadangkala, pendeta mencampur adukkan pengajaran tradisional yang anti-Kristen dengan bagian bagian Alkitab waktu berkhotbah diatas mimbar atau waktu memberikan pengajaran kepada anak-anak di gereja.

Ilmu hitam juga merupakan persoalan dan bisa jadi berupa meracuni makanan, atau jampi-jampi karena tidak puas terhadap seseorang atau suku. Di tahun 2006 ketegangan antar suku menjelma menjadi keributan ketika satu suku memakai ilmu hitam terhadap suku lainnya yang mengakibatkan kematian seorang wanita.

Meskipun terdapat sejumlah pertemuan-pertemuan evangelistik yang regular, umumnya terpusat di kota-kota seperti Port Vila (pulau Efate), Luganville (pulau Santo) dan Lenakel (pulau Tanna). Banyak orang di tempat terpencil dan pulau-pulau lainnya belum berkesempatan mendengar Kabar Keselamatan. Ini berarti masih ada kelompok-kelompok yang belum terjangkau.

Kegiatan yang meningkat dari sekte-sekte yang memiliki sumber daya yang kuat seperti Saksi Jehova dan Mormon, juga menjadi tantangan yang nyata bagi kehidupan rohani masyarakat.

GRN di Vanuatu.

Di Vanuatu terdapat kebutuhan nyata akan bahan pengajaran Kristen, khususnya untuk membantu orang-orang Kristen bertumbuh dalam iman mereka, sehingga mereka tidak kembali ke jalan tradisionil yang bertentangan dengan pengajaran Alkitab.

Materi GRN dapat digunakan secara efektif bagi pengabaran Injil dan juga untuk bahan pengajaran. Pada waktu Chris Mason berada di Vanuatu, ia telah merekam "Good News" ke dalam beberapa bahasa, juga merekam Alkitab (bekerja sama dengan SIL Bible translator) dan beberapa rekaman singkat mengenai kuat kuasa Tuhan atas kuasa gelap. Seri pengajaran "Look, Listen & Live" juga direkam dalam bahasa Bislama.

Rekaman dan buku bergambar ini terus digunakan di berbagai daerah di Vanuatu. Bantuan dari sebuah gereja di Australia sangat membantu banyak dalam "menurunkan" harga Saber dan buku bergambar "Good News". Berkat bantuan ini, lebih dari 20 Saber dan buku bergambar telah digunakan di Vanuatu hingga kini.

Sebuah prospek menarik dalam distribusi rekaman dan gambar-gambar melalui media telpon genggam. Telpon genggam berdampak luas sekali pada kehidupan masyarakat di Vanuatu, dimana mereka menggunakannya ditempat yang terpencil sekalipun. Meskipun sebagian besar Vanuatu tidak terdapat listrik untuk me recharge batere yang ada, namun hampir disetiap desa atau kelompok masyarakat, selalu ada saja seseorang yang memiliki generator atau solar panel yang dapat mengerjakannya. Sekarang mereka dapat men download atau memindahkan cerita atau pesan-pesan Kristiani ke telpon genggam mereka, dalam bahasa mereka sendiri atau Bislama.

Negara kepulauan Vanuatu terdiri lebih dari 80 pulau tropis yang berbentuk huruf Y, dimana 65 diantaranya didiami orang. "Vanuatu" berarti "Tanah Kami", berdiri setelah mendapat kemerdekaan dari Inggris dan Perancis pada tahun 1980.

Secara budaya, Vanuatu sangat kompleks. Negara berpenduduk seperempat juta jiwa ini memiliki lebih dari 100 ragam bahasa yang berbeda. Bislama, yang adalah 'Pidgin English' merupakan bahasa nasional mereka yang mempersatukan dan dimengerti oleh sebagian besar penduduknya, namun terdapat kaitan yang erat dengan bahasa lokal, daerah dan identitas.

Sekitar 75% penduduk Vanuatu tinggal di desa-desa kecil dan terpencil. Umumnya, penghidupan ni-Vanuatu (penduduk asli) adalah sebagai petani pengumpul yang tidak memiliki tanah sendiri. Persentase dari mereka yang dapat membaca adalah sangat rendah sekali, membuat pelayanan GRN disana sangat strategis.

Agama dan kerohanian adalah sangat penting bagi ni-Vanuatu. Semboyan nasional mereka adalah Long God Yumi Stanap ("Dalam (atau bersama) Tuhan kita berdiri"). Denominasi gereja terbesar adalah Presbyterian, Anglican, Roma Katolik, Advent hari ke 7 dan Church of Christ.

Michael dan seorang penduduk lokal, Eldrine saat ini melanjutkan pekerjaan GRN di Vanuatu. Mereka membantu paruh waktu dalam membagikan materi dan mengerjakan pesanan untuk CD, buku bergambar dan Saber. Mereka mempromosikan pelayanan GRN. Mereka juga membuat gambar dan rekaman suara "Good News" dalam bahasa Bislama ke dalam DVD.

Staff GRN Australia, Chris dan Cheryl Mason serta ketiga anak mereka tinggal di Vanuatu selama hampir 4 tahun dan mereka pulang kembali ke Sydney pada akhir 2010. Chris terus memperhatikan perkembangan apa yang terjadi di sana dan kemungkinan akan kembali ke sana untuk melakukan rekaman berikutnya.