Menceritakan kisah Yesus dalam setiap bahasa

Trekabout Nepal 2011

















Disuatu hari, pagi-pagi sekali Barnabas (GRN Nepal) harus kembali ke Kathmandu. Di tengah perjalanan dia berhenti di sebuah gardu polisi di suatu desa kecil yang akan kami kunjungi beberapa hari kemudian. Ia menceritakan gospel kepada beberapa orang polisi di sana, kemudian mengirimkan SMS kepada kami, " kunjungi gardu polisi di ____ 2 orang siap menerima Kristus."

2 tim berjalan selama 2 jam ke desa itu. 1 tim menuju gardu polisi, yang lainnya berkunjung ke rumah-rumah di sekitarnya. Kurang lebih se jam kemudian, kami bertemu. 1 orang polisi menerima Kristus. Yang se orang lagi sedang bertugas dan tidak bisa bercakap-cakap.

Dalam perjalanan pulang meliwati desa, kami berjumpa dengan beberapa orang yang sedang berusaha mendirikan tiang telpon. Lubang sudah digali oleh mereka, tapi rupanya memasukkan tiang telpon berdiri tegak bukanlah hal yang mudah, dan......kami letakkan tas-tas yang kami bawa dan setelah 20 menit 'berjuang' akhirnya tiang telpon itupun berdiri tegak. Penduduk di sana sangat menghargai hal itu dan mengatakan bahwa mereka tidak akan melupakan saat itu dimana orang-orang Australia datang ke desa mereka.

Kami juga meng inginkan agar hari itu betul-betul menjadi hari yang tidak terlupakan, jadi ketika mereka sedang menyiapkan teh untuk kami, keluarlah Saber dan gambar cerita Alkitab dan kami menceritakan gospel kepada mereka. Kumpulan orang-orang bertambah banyak menjadi sekitar 30 orang, apakah hal itu karena ingin bersikap baik atau karena sungguh tertarik dan ingin mengetahui sehingga banyak yang terus di sana dan mendengarkan sekitar setengah jam dan kemudian terlibat dalam diskusi yang dalam!

Setelah diskusi berakhir, seorang laki-laki tua yang senantiasa diam selama presentasi berlangsung, mendatangi kami dan bertanya apakah kami bersedia untuk datang ke rumahnya dan berdoa bagi istrinya yang sedang sakit (banyak orang Nepal yang menerima Kristus melalui kesembuhan ilahi). Hari sudah larut dan mulai gelap, namun kami menyanggupinya. Sebagian tim kembali ke 'markas', 3 orang dari kami mendaki bukit menuju rumah orang itu.

Sebelum berdoa, kami menjelaskan lebih jauh mengenai gospel, dan setelah berdoa kami tambahkan sedikit lagi. Tampaknya waktu yang tepat untuk bertanya kepada orang tua itu apakah ia mau menjadi pengikut Jesus. Ia menjawab "Ya" lalu ia bercerita betapa jelasnya presentasi yang didengarnya siang tadi. Ia tahu apa yang sedang dikerjakannya dan ingin mengikut Jesus.

Ketika Dipendra (saudara Barnabas dan Surendra) sedang berdoa, air mata mengalir dari orang tua itu. Sungguh suatu kebahagiaan menyambut dia ke dalam keluarga Tuhan. Kami tidak tahu mengenai keadaan istrinya, namun pada hari itu keajaiban yang lebih besar telah terjadi di dalam rumahnya. Selama minggu itu Gospel telah disampaikan ke banyak rumah-rumah di desa dan lusinan atau bahkan ratusan anak-anak sekolah, beberapa polisi dan serdadu muda. Umumnya menunjukkan minat yang besar akan kisah Jesus.

Seorang kawan Nepal kami membawa kepada Tuhan seorang anak laki-laki yang disuruh oleh keluarganya untuk memandu tim. Sementara ia menunjukkan jalan kepada tim, ia sendiri mendapati jalan kehidupan yang benar.

Pada hari perjalanan yang terakhir, kami tinggal di sebuah 'hotel' yang dimiliki oleh sekeluarga orang Hindu yang saleh, di desa yang belum terjangkau oleh listrik. Nyonya rumah sedang berpuasa dan berdoa bagi anak-anaknya, akan tetapi ia semakin kecewa dengan Hindu. Tampaknya tidak ada perubahan apapun. Good News dipresentasikan dan diceritakan beberapa kali selama di hotel itu, dalam satu ketika, sekitar selusin anak-anak terpaku mendengarkan setiap ucapan yang didengarnya. Barnabas sempat berbicara dengan pemilik hotel bersama istrinya. Pemiliknya bermaksud segera pergi ke Kathmandu dan ingin datang ke gereja bersama Barnabas. Istrinya sangat setuju dan mendorongnya untuk pergi dan mencari tahu lebih jauh lagi tentang Jesus dan arti menjadi seorang Kristen.

11 orang asing (10 Australia dan 1 wanita Perancis), bekerja sama denga tim GRN Nepal membentuk 4 rombongan, mengunjungi sekitar 20 desa dan menceritakan gospel kepada sebanyak mungkin orang di sana! Di belakang tim terdapat banyak dukungan doa dari berbagai negara. Bahkan yang kurang 'tampak' namun yang paling efektif adalah Roh Kudus yang menyiapkan jalan ke sana dan bekerja di dalam dan melalui tim dalam setiap keadaan.

Lebih dari 1000 orang telah mendengarkan gospel dalam bahasa mereka sendiri. Banyak dilakukan pembicaraan yang 'sangat berarti'. Beberapa orang telah menerima Kristus dan sebagian lagi mengambil langkah ke sana. Selebaran, kaset dan CD dibagikan ke banyak orang.

Presenstasi Good News dari GRN sekali lagi menunjukkan kegunaannya dengan banyak orang yang berkata bahwa itu membantu mereka untuk mengerti pesan Kristiani dengan jelas. Perangkat Saber 'bercerita' mengenai pesan itu dengan suara yang jelas dan tegas dan dapat didengar oleh sekitar 30 orang sekaligus.

Perjalanan ini sangat menyita waktu, tapi pemandangan yang ada begitu menakjubkan serta pelayanan yang dilakukan memberikan dorongan yang kuat untuk terus berlanjut. Bekerja sepanjang jalan bersama sahabat Nepal, bertemu dengan orang-orang Nepal yang percaya, sungguh merupakan hal yang menarik dan menjadi berkat kepada setiap anggota tim.

Doakanlah mereka yang telah mendengar firmanNya dan telah menyatakan iman mereka. Banyak yang akan menghadapi tantangan. Mereka membutuhkan dukungan dan dorongan semangat. Juga doakan mereka yang masih mencari Kristus, agar mereka segera dapat menemukanNya. Doakan juga pekerjaan yang berkelanjutan yang dilakukan GRN Nepal. Mereka mempunyai rencana besar dalam pelayanan mereka tahun ini dan mereka diberkati dengan pendanaan ekstra dari Bible Society - NSW (berita selanjutnya dalam beberapa bulan mendatang).

Akhirnya doakanlah bagi tim yang telah pergi ke Nepal, agar Tuhan meneruskan pekerjaan Nya di dalam dan melalui mereka untuk kemuliaan nama Nya.