Knight di padang pasir

Kim Knight, seorang perekam GRN Australia menuliskan
Kim Knight, seorang perekam GRN Australia menuliskan
Ken Hansen provided invaluable assistance
Action songs from the Ngukurr mob at the Katherine Christian Convention

'Sebagian orang dapat membaca bahasanya sendiri, tapi tidaklah lazim atau mudah bagi mereka untuk mengambil Alkitab dan membacanya.'

Bagi saya itu adalah suatu perjalanan merekam yang sangat berbeda.

Itu adalah pertama kalinya saya merekam bahasa Aborigin dan setelah sekian tahun berlalu akhirnya saya kembali mengunjungi North West.

Saya disambut oleh Ken di airport Newman dan pada hari berikutnya kami pergi ke masyarakat Jigalong, sekitar 180 km sebelah Tenggara Newman. Sayang sekali ternyata beberapa orang yang sedianya akan membantu merekam, pergi ke karnaval (sepak bola, lempar boomerang dan tombak serta kompetisi musik), namun kami berhasil melakukan perekaman dengan salah seorang dari mereka sebelum mereka pergi. Akhirnya bacaan yang tersisa dilanjutkan oleh seorang ibu dan Ken sendiri. Ini bukanlah suatu keadaan yang ideal, sebab tentulah lebih baik jika banyak orang yang terlibat - namun demikian, kami harus melakukan yang terbaik yang dapat kami kerjakan dalam situasi itu. Ibu tersebut, yang mempunyai masalah pendengaran yang cukup serius, ternyata adalah seorang yang dapat membaca dengan baik. Ia bekerja bersama Ken pada proses penerjemahan yang asli. Juga ia merasa leluasa untuk memberikan saran mengenai hal-hal budaya, mengganti kalimat dlsb, untuk memperbaiki rekaman.

Kami menggunakan bangunan gereja SDA di Jinggalong dan pendeta di sana, seorang yang berasal dari Tonga, sangat membantu sekali. Bangunan ini terletak cukup jauh dari pusat komunitas, sehingga gangguan suara tidaklah terlalu berarti - hanya kadang-kadang ada suara anjing yang berkelahi atau beberapa suara kendaraan yang melintas.

Waktu kami sangat sempit, sehingga kami harus bekerja sedikit lebih keras agar pekerjaan dapat diselesaikan sebelum kami harus pergi. Syukurlah kami dapat merekam bagian yang sangat kami perlukan. Saya ingin berterima kasih kepada mereka yang berdoa bagi kami - untuk perlindungan dan kemampuan yang Tuhan berikan serta berkatNya atas ikatan persaudaraan kami selama kami bekerja sama. Saya sungguh diberkati di dalam bekerja sama dengan Ken yang banyak mengetahui tentang masyarakat di padang pasir sebelah barat. Saya bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan untuk mengetahui hal-hal tentang mereka dan dapat mengambil sedikit bagian dalam usaha membuat Kabar Baik tersedia bagi mereka.

" Suara orang yang berseru-seru di padang pasir..."

Proyek Martu adalah yang pertama dari program yang diharapkan akan berkelanjutan dalam menghasilkan rekaman Kitab Suci dan bahan-bahan Alkitab dari sekitar 17 bahasa Aborigin. SIL, Bible Society dan GRN merupakan mitra utama dalam usaha yang menarik ini. Tolong doakan agar Firman Tuhan dibuat semakin mudah diakses dan dimengerti oleh masyarakat setempat, sehingga dapat memberikan berkat yang berlimpah bagi mereka.

Bahasa Martu

Ken Hansen, yang mengerti dengan baik akan bahasa dan masyarakatnya, bekerja dengan beberapa pembicara dari dialek yang berbeda-beda untuk menghasilkan terjemahan yang dapat diterima oleh seluruh masyrakat dalam bahasa tersebut. Bible Society di SA dan NT sedang merencanakan untuk mencetak ulang Alkitab, yang disebut 'Mamamili Wangka', yang berarti ' Firman Bapa' atau 'Ucapan Bapa'. Ini akan tersedia dalam tahun ini juga. Bible Society juga ingin membuatnya dalam bentuk rekaman CD dan MP3 dari beberapa bagian kunci Mamamili Wangka dan GRN telah dihubungi untuk membantunya.

Merupakan suatu untuk Kabar Baik bagi masyarakat Martu dan juga beberapa masyarakat lainnya adalah bahwa karena mereka tidak suka membaca. Sebagian dapat membaca bahasa mereka sendiri, tapi tidaklah lazim atau mudah bagi mereka untuk mengambil Alkitab dan membacanya. Mereka lebih suka berkumpul dan menyampaikan informasi dari mulut ke mulut. Juga sangat sedikit orang yang dapat mengajarkan firman Tuhan dalam bahasa Martu, sehingga umumnya mereka mendengarkan dalam bahasa Inggris, dan ini membuat mereka kesulitan dalam menangkap arti yang mendalam. Sungguh menarik karena setidaknya sebagian dari firman Tuhan akan tersedia bagi mereka dalam bentuk audio serta tulisan. Inilah keindahan dari suatu kerja sama. Diharapakan bahwa kerja sama antara GRN dan Bible Society akan membantu meningkatkan dampak pengaruh firman Tuhan bagi masyarakat Martu.

Konvensi Katherine Christian

Orang-orang Kristen dari Northern Territory, Northern Western Australia bahkan dari Queensland, termasuk sejumlah besar orang Kristen Aborigin menghadiri Konvensi Katherine Christian pada awal bulan Mei. Staff dari GRN, David and Katrina Miller berada di sana mempertunjukkan materi GRN, termasuk Saber MP3. David menghadiri rapat Pimpinan masyarakat Pribumi untuk menjelaskan pemakaian materi GRN. Setiap malam merupakan pesta budaya, diantaranya gerak dan lagu dari masyarakat Ngukurr (lihat photo).

Setelah konvensi, David and Katrina Miller mengunjungi AUSIL dan kantor Bible Society serta Nungalinya College di Darwin untuk memahami tentang pelayanan mereka, dan memberikan beberapa bantuan teknis mengenai Saber. Mereka menyampaikan pemberian kepada si Manusia Alkitab Terbang, Phil Zamagias, berupa 10 buah Saber, terima kasih untuk pendukung GRN yang menyumbangkannya. Phil kemudian membagikan semua Saber itu di Kimberleys.

Informasi lebih lanjut